KURS RUPIAH

currency converter

Arships

DISPERINDAG KOTA SURAKARTA DAN SOLO TECHNOPARK LAKUKAN SERAH TERIMA PESERTA INKUBATOR BISNIS DAN TEKNOLOGI

Rabu, 13 Juli 2011

Setelah melalui proses rekruitmen yang panjang yang dimulai sekitar tiga bulan yang lalu, maka pada hari ini Senin 4 Juli 2011 para peserta terpilih yang berjumlah 25 orang mulai mengikuti pendidikan dan pelatihan Inkubator Bisnis dan Teknologi di Solo Technopark (STP) untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 6 bulan”,
demikian antara lain kata sambutan yang disampaikan Ch. Dwi Puspandari mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surakarta pada acara “Penyerahan Peserta Inkubator Bisnis dan Teknologi di STP, kemarin siang. Acara yang berlangsung di STP tersebut dihadiri oleh Disperindag, STP dan para peserta diklat.
Di hadapan para peserta Puspandari mengatakan: “Kami dari pihak pemerintah selaku pemangku kegiatan diklat menghendaki agar para peserta konsisten mengikuti diklat hingga selesai. Karena Anda-Anda sekalian adalah orang-orang terpilih untuk mengikuti diklat ini yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Surakarta, maka kami mengharapkan agar Anda-Anda para peserta sanggup memenuhi komitmen yang telah Anda tandatangani saat proses rekruitmen di ATMI-Bizdec beberapa saat lalu”.
Ia menambahkan, bahwa nantinya peserta diklat bukanlah menjadi karyawan tetapi akan menjadi seorang “boss”, karena ia telah menjadi seorang wirausaha. Lebih lanjut ia mengatakan: “Untuk itu, setiap harinya para peserta harus mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh. Kami berharap agar selama pelaksanaan diklat ini dapat terbangun persatuan dan kesatuan, agar kekompakan dapat terbangun sehingga diklat ini dapat berhasil dengan baik. Bahkan perlu pula nantinya dibangun komunitas sebagai wadah komunikasi para lulusan diklat.
Pada kesempatan yang sama Pimpinan STP yang diwakili oleh Sutimin mengatakan bahwa pihak STP berterima kasih pada Disperindag Kota Surakarta atas kepercayaan yang diberikan untuk melaksanakan diklat Inkubator Bisnis dan Teknologi Angkatan ke-2. Ia menegaskan bahwa STP akan melaksanakan kegiatan ini dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kami, pihak STP siap menerima 25 calon pengusaha untuk diberikan pendidikan dan pelatihan di Solo Technopark selama 6 bulan dengan mengikuti fase-fase yang telah disusun oleh Tim Solo Technopark”, tambahnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, seperti halnya kegiatan Inkubator Bisnis dan Teknologi Angkatan ke-1, peserta akan mengikuti fase-fase mulai dari pengenalan sampai dengan expo. Selanjutnya Tim Solo Technopark dan Disperindag Kota Surakarta akan bersama-sama melakukan pendampingan dan evaluasi selama dua tahun bagi para peserta Angkatan ke-2 ini.
Acara serah terima peserta berlangsung lancar dan ditandai dengan penyerahan buku Laporan Rekruitmen Peserta Diklat Inkubator Bisnis dan Teknologi Tahun 2011. Sebelumnya, pada Jum’at 1 Juli 2011, telah dilakukan terlebih dahulu acara penyerahan peserta diklat dari ATMI-Bizdec selaku pelaksana rekruitmen kepada Disperindag Kota Surakarta. Acara tersebut dilaksanakan di Kantor Disperindag Kota Surakarta yang disaksikan pula oleh para pimpinan Disperindag Kota Surakarta, Solo Technopark dan ATMI- Bizdec serta seluruh peserta diklat. (AA)

Presiden Imbau agar Produk Dalam Negeri Kompetitif

Jakarta, Kompas - Kampanye cinta dan beli produk dalam negeri tidak akan efektif jika produk dalam negeri harga maupun kualitasnya tidak kompetitif. Oleh karena itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ,mengimbau agar produk dalam negeri tidak lebih mahal daripada produk luar negeri.

Pemerintah tidak bisa memaksa rakyat membeli produk dalam negeri jika harga dan kualitasnya tidak kompetitif. ”Harga jangan lebih mahal dari produk luar negeri. Harus sama, bahkan lebih murah. Kualitas harus sama, bahkan lebih,” ujarnya di Jakarta, Rabu (7/1).

Seruan cinta dan beli produk dalam nageri itu disampaikan Presiden saat memberi Penghargaan Upakarti, rintisan teknologi industri, dan seleksi desain Indonesia yang baik (IGDS) 2008.

Pelaku usaha diharapkan tidak gamang dan berkecil hati menghadapi krisis keuangan dan resesi global. Presiden meyakini, dengan harga produk yang lebih murah dan kualitas lebih baik, peluang akan terbuka. ”Jadikan krisis sebagai peluang,” ujarnya.

Untuk menjaga peluang dan tetap menggerakkan sektor riil di dalam negeri, menurut Presiden, pemerintah pusat dan daerah akan mengeluarkan sejumlah kebijakan.

Presiden telah mengeluarkan tujuh prioritas 2009. Ketujuh prioritas itu adalah mencegah dan mengatasi bertambahnya penganggur, menjaga pergerakan sektor riil, menjaga stabilitas harga dan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, melindungi rakyat kecil dengan program PNPM dan KUR, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan energi dan pangan, serta menjaga momentum pertumbuhan.

Menurut Ketua Umum Kadin MS Hidayat, tujuh prioritas itu menunjukkan keseriusan pemerintah. Namun, hal tersebut seharusnya tidak hanya dalam pidato. ”Ujian keseriusan itu terletak pada implementasinya. Ini kelemahan selama ini,” ujarnya.

Penerima Upakarti

Penerima Upakarti 2008 sebanyak 19 orang per unit usaha. Adapun penerima penghargaan rintisan teknologi lima orang per unit usaha dan IGDS tiga orang per unit usaha.

Menurut Menteri Perindustrian Fahmi Idris, penerima upakarti tersebut diseleksi dari 84 usulan tingkat pusat. Sejak diselenggarakan 1985 sampai 2008, jumlah penerima Upakarti adalah 979 orang per unit usaha.

Para penerima Upakarti 2008 itu adalah Cecep M Suherman BP, pelaku usaha kerajinan dari fiber dan kawat, Supriyadi (kerajinan patung kuningan), Bukari Wiryo Satmoko (batik tulis khas bakaran), I Made Sukma Swacita (kerajinan uang kepeng), dan Ruslaini, UD Annisa Bordir (kerajinan bordir).

Penerima Upakarti lainnya adalah Yayanti Wijaya, UD Saudara Promosi pelaku industri konfeksi, Alpha Febela Priyatmono, Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (industri batik Laweyan), Baji, pertenunan sutra ”Losari Silk” (industri pertenunan), Suranip Abdul, Rotan Indah (industri rotan).

Wali Kota Pekanbaru Her- man Abdullah, Bupati Jepara Hendro Martojo, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, Wali Kota Bau-Bau MZ Amirul Tamim, dan Wali Kota Sorong Jonathan Annes Jumame, juga menerima Upakarti.

Selain itu, Upakarti juga diberikan kepada Ferry Lee, PT Lintas Nusa Pratama (industri keramik), Siswo Pranoto, CV Sispra Jaya Logam (industri logam), Imam Ismanto Bankti, PT Duta Ananda Utama (industri tekstil), Yuliana, Rotiku Hidup (industri makanan ringan), dan Brian Sutisna, CV Grand Shoe Industry (industri sepatu). (INU)

Simply having

Selasa, 12 Juli 2011

Apart from simply having the logo or name of a business, menu covers can also have the motto or slogan printed. This is a fantastic way for clients to know what a restaurant is about so that they can make up their mind whether they would want to eat in the restaurant or not. This will also help them..